Kamis, 28 Agustus 2014

hari+1 AFLES

7 Agustus 2014

Ini pertamakalinya aku keluar negeri tanpa di dampingi orang tua. Yeeeeaaay, senang tapi sedih jugaa. Sedih karena tak ada yang menemanii. Senang karena ini pertama kalinya keluar negeri sendirian dan menandakan bahwa aku bisa keluar negeri lagi lain waktu, SENDIRII. Aku kebetulan booking pesawat jam setengah tujuh pagi, jadi pagi-pagi buta aku harus sudah berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta (soetta). Sekitar jam 02.00am aku berangkat. Sesampainya di terminal tiga, pintu masuk terminal tiga menuju bandara masih di tutuup. Jadi aku harus menunggu sekitar setengah jam untuk bisa masuk ke dalam dann ternyata aku harus nunggu lagi karena loket Air*sia masih di tutup *fuihh. Setelah setengah jam akhirnya si emba penjaga loket datang, ia kemudian langsung duduk di kursi loket sambil berdandan (menyisir dan ber-makeup ria), selama hampir lima belas menit lebih. Lah mba kalo mau dandan di kantornya aja ya, memalukan dan ga profesional -_-. Setelah si emba selesai berdandan, kemudian aku menghampirinya untuk check in dan dia berkata supaya aku pergi ke mesin loket disana untuk check in by self. Padahal cek in via embanya bisa looh, kenapa males banget situh -_-. alhasil awalna ga ngerti gimana cara check in nya... pertamakali, rada udik juga haha.

Perjalanan dari Jakarta sampai ke Kuala Lumpur memakan waktu dua jam perjalanan. Selama perjalanan berasa sekali sepinya perjalanan...


Sampai di KLIA2, rasanya senaangg "yeeh berhasil untuk pertamakalinya keluar negeri sendirii, huhuuuy" wkwk. Langsung menyalain wifi untuk menghubungi temanku yang sudah sedari malam disini. Papan tanda informasi sudah sangat jelas, sehingga aku tidak perlu kuatir tersesat mencari tempat yang ingin kutuju. Bertemulah aku dengan temanku itu Lisa dan Afar, serta panitia yang ternyata sudah menjempu kami di "terminal Ketibaan". Kami bersama-sama akan menuju Akademi Kepimpinan Pengajian Tinggi (AKEPT) menaiki bus.

Kesan pertama memasuki AKEPT, "huwa it's so biiiiiiiig" Apa sih AKEPT? AKEPT itu gedung kementrian pendidikan Malaysia bagian leadership. Sampai disana aku harus mengisi form untuk pembagian kunci kamar. AKEPT pada saat itu masih sepi karena pada dasarnya acara dimulai pada tanggal 8 Agusutus keesokan harinya. Ternyata aku dan Lisa tidak mendapatkan kamar yang sama hiks, jadi kami berpisah di lantai yang berbeda. Sampailah di kamarku sendiri saat aku membuka kamarr. Wuaaah lalalala yeyeye lalala yeyeye, keceeh.




Sebenarnya di jadwal kegiatan hari ini hanya ada dinner dan ice breaking itu juga pas malamnyaa, eh ternyata ada lunch juga hoho, lumayan lapeeerr abeees. Bergabunglah aku dan teman-teman baruku yang berasal dari berbagai negara. You know what? bahasa Inggris ku termasuk biasa saja kalau dibandingkan sama temen2 ku yang pada native huhu. teman-teman luarku yang kutemui ini bicaranya cepat sekaliih, supeeeer lancaaaarrrr. Ya aku masih bisa mengerti apa yang mereka katakan, tapi kurang cepat mengolah kata yang ada di otak menjadi suatu kalimatt, arggggg.

Daan jadi lah hari pertama sebagai hari yang GAGAAAL. EHEM Hari ini aku jadi anak yang kalem pendiam tenang *aslinya mah jauhh haha, gimana engga tiap mau jawab pertanyaan dari teman baruku itu, baru mau mikir jawab ini, eh udah keduluan dijawab aja sama temanku yang sesama Indonesia. Yaaah ini karena aku kurang berlatih berbicaraaa, ini juga banyak dialami pemudapemudi Indonesia. Mereka bisa mengerti apa yang di bicarakan orang lain dalam bahasa Inggris, tetapi sulit untuk mengutarakan apa yang ingin mereka bicarakan. Aku bertekad pada hari kedua harus bisa ngomong!! semangattt

Sabtu, 23 Agustus 2014

mau ikut event di luar negeri?

Hallooo, aku mau cerita nih awal aku bisa ikut acara AFLES inii. Asean Future Leader Summit 2014 diadakan tanggal 7-18 Agustus di Malaysia dan Thailand. Acara ini bertujuan agar pemuda-pemudi ASEAN bisa berkembang menjadi penerus masa depan bangsa dan mewujudkan ASEAN Economic Community 2015.



Pertamakali aku tau acara ini dari teman baikkuu, Rindah Jayanti. Makasihh Rindaaah mumumumuu. Saat itu, aku bersama Rindah, dan Deena kebetulan pergi ke kampus untuk meminta surat izin dekan untuk mengikuti event ke Korea. Karena dekan ada urusan di suatu tempat, jadi kami harus menunggu sampai siang untuk mendapatkan suratnya itu.. Bosan menunggu akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke kosan Rindah, mau santai-santai ceritanya~ sesampainya di kosan, Rindah banyak bercerita mengenai event-event ke luar negeri, aku yang kebetulan belum pernah mendaftar acara event di luar negeri sangaat iri mendengar cerita temanku itu :((. Sampailah pembahasan di acara AFLES dan ternyata pendaftaran hari terakhir ya hari iniii. Wah hebohlah kita berdua, ada laptop satu dan tab satu. Nah kebetulan laptop ga ada modemnya huhu, paniklah aku, tetapi rindah dengan baik hatinya mengizinkan handphone nya untuk jadi wifi yeeaaah cintaa deeh.

Mulai lah kami berdua mengisi form via online. Wuuush Denaa 20 menit selesai mengisi form. Hemm.. memang dari dahulu aku paling sulit untuk mengarang dan semacamnya apalagi pakai bahasa Inggris. Karena sudah lama tidak menulis essay menggunakan bahasa Inggris banyak kata-kata yang hurufnya kurang jadi, aku lebih teliti mengisikan form tersebut. Apa kau tahuu pertanyaan formnya sangatt mudah, tetapi aku butuh satu setengah jam untuk membuatnya menjadi bagus untuku. Pertanyaannya mengenai apa organisasi yang pernah diikuti, motivasi mengikuti acara ini, setelah mengikuti acara ini apa yang akan kamu lakukan, kegiatan tradisional apa saja yang bisa kamu lakukan. Mudah bukan? yah tetapi karena sifatku yang mau terlihat baik, aku membuatnya dengan waktu yang lama pula hehe..

Ohya aku mau kasih saran untuk kalian yang mau mengikuti acara summit/kongres dan semacamnya di luar negeri. Pertama kalian harus punya passport, jangan menunda untuk buat passport, "nanti aja deh kalau ada acara ke luar negeri baru buat passport" nah pikiran kayak gini salaah karena kalian akan langsung gagal kalau belum punya passport, setiap acara ke luar selalu meminta kita untuk menuliskan nomer passport kita. Segeralah buat dan ketika ada event ke luar negeri kalian bisa langsung daftar :).

Kedua, untuk bisa diterima di event seperti ini setidaknya kalian harus punya catatan organisasi yang pernah kalian ikuti. Ini menandakan bahwa kalian cukup aktif di kampus kalian. Jika ada yang bilang, "yah aku mah telat ikut organisasi udah semester tua".. heeii kau tau tidak, aku ikut organisasi semester enam loh. Itu semester udah tua banget :(( aku telat sadar bahwa organisasi itu penting bangett untuk networking ke orang-orang hebat, rasa percaya diri, menejemen waktu, mengatur diri juga. Organisasi ga harus BEM atau semacamnya. Kalian bisa ikut perkumpulan yang susunannya kepengurusannya jelas, jadi itu disertakan dalam penulisan form pendaftaran.

Ketiga, baik untuk kalian jika kalian mengikuti kegiatan sosial di lingkungan kalian bisa di kampus atau lingkungan rumah. Orang luar negeri sangat mengapresiasi seseorang yang mengikuti kegiatan sosial seperti itu karena menandakan kalian berjiwa sosial tinggi. Di kampus aku merupakan pengajar di Rumah Belajar Ceria PGSD, itu juga aku baru sadar ternyata ikut kegiatan seperti itu bermanfaat juga bagi daftar riwayat hidupku.. Jadi, segeralah kalian cari kegiatan sosial yang menyenagkan dan bermanfaat untuk kalian dan orang lain :)

Keempat, mulai lah untuk bisa melakukan kegiatan tradisional khas Indonesia, seperti menari tradisional, memainkan alat musik tradisional, dst. Jurusanku Pendidikan Sekolah Dasar memungkinkan ada mata kuliah tari, nah kebetulan kami harus menampilkan tari tradisional saat mata kuliah tari. Dan beruntung, aku bisa melakukan satu tarian tradisional ha ha ha.

Kelima, di form biasanya kita diminta untuk menulisakan hal apa yang akan kamu lakukan setelah kamu mengikuti acara ini. Nah yang harus kamu tulis adalah jawaban sederhana yang bisa kamu wujudkan dengan mudah. Jangan terlalu berangan untuk mewujudkan hal yang terlalu besar yang kamu sendiri belum tentu bisa mewujudkannya.

Apa ada yang tahu Muhammad Assad, penulis buku Notes from Qatar. Nah aku punya trik bagus untuk memudahkan kita menggapai impian kita. USAHA, BERDOA, SEDEKAH

usaha. Nah kalian sudah lihat bukan, usahaku menulis form yang butuh satu setengah jam. Aku sampai berfikir keras bagaimana membuat kalimat dengan bahasa yang bagus.

berdoa. Kebetulan saat mendaftar AFLES beberapa hari kemudiannya bulan Ramadhan datang, aku beribadah dan berdoa keras untuk bisa keterima event di Korea. Sebenarnya event yang benar-benar kuinginkan, yaitu event ke Korea, tetapi Alhamdulillah Allah mengabulkan doaku, memang bukan ke Korea yang aku dapatkan, tetapi Malaysia dan Thailand. Di setiap kejadian ada campur tangan Allah, aku yakin itu :)) Sungguh beruntung bisa mengikuti AFLES dan mendapatkan banyak teman yang menyenangkan disanaaa.

sedekah. Sedekah akan semakin baik jika dilakukan saat kau tidak punya uang dan semakin sedih untuk mengeluarkannya. Sedekah dilihat bukan dari jumlah uang yang mampu kau sedekahkan tetapi berharganya uang tersebut untuk dirimu saat itu. Saat bulan Ramadhan itu perekonomianku memang sedang macet-macetnya, bukber lagi banyaak, kerja privat juga lagi libur karna anak sekolahan pada puasa jadi pada ga les. Pengeluaran banyaak, pemasukan ga ada, sediih :'((. Pas waktu itu aku bertekad untuk sedekah aja dan mengagalkan beberapa acara bukber. Aku sampai berkeluh kesal di dalam hati, ya Allah masa bukber untuk menjalin silaturahmi ke teman-teman lama terhambat gara-gara aku sedekah.. eeeh voilaaa pas aku nyuci tas lama ku nemu uang, hari berikutnya pas aku make jaket lamaku ketemu uangg, hari berikutnya lagi pas mampir ke rumah tanteku, dikasih uaang. Dan kau tauuu total uang yang kuterima 75% dari uang yang sudah ku sumbangkan untuk sedekah!!! MashaAllah. Dan yang lebih bombastis lagi, beberapa hari kemudian aku di sms ambasador AFLES bahwa aku keterima sebagai delegasi gelombang kedua. Padahal sebelumnya aku udah yakin bahwa aku tidak diterima karna saat tanggal 8 Agustus, tidak ada email yang masuk ke email pribadiku. Apa kau tahu, abasador baru meng-sms ku 2 hari sebelum hari penutupan berakhir! Luar biasa bukan hikmah sedekah, mulailah bersedakah kawan :))

QS Al Baqarah ayat 261:
Perumpamaan orang yang menginfakan hartanya dijalan Alah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allahg Maha Luas dan Maha Mengetahui.

Rabu, 26 Maret 2014

grave of the fireflies

rate: 5 star
Akhirnya nonton juga "Grave Of The Fireflies". Sering lihat covernya tapi belum kesampaian untuk lihat filmnya dan akhirnya. Yaayy~~ Hem filmnya cukup tua tahun 1988. Tapi dari segi gambar masih kereen. Secara semua film dari rumah produksi Studi Ghibli selalu baguuss. Film-film mereka ceritanya selalu sederhana, realistik, indah dan selalu ada pesan moral yang dikandung. Ceritanya sediiih :'(.

Film ini bercerita mengenai Seita dan adiknya yang bernama, Setsuko. Mereka tinggal saat Jepang sedang berperang (world war II). Saat itu, kota mereka sedang diserang pesawat tempur yang melemparkan rudal-rudal api yang membakar kota yang mereka tinggali. Ibu mereka pergi ke tempat pengungsian terlebih dahulu karena Seita harus menimbun bahan makanan yang mereka miliki di halaman rumah mereka, ia ditemani oleh Setsuko. Sesampainya di pengungsian, Seita diberitahu bahwa ibunya terkena rudal sehingga seluruh tubuhnya mengalami luka bakar. Tidak berapa lama kemudian, ibunya pun meninggal. Seita dan Setsuko pergi ke Nishinomiya untuk tinggal bersama bibinya. Mereka tinggal disana tidak lama karena benci perlakuan bibinya.

Kemudian mereka memutuskan untuk pergi dan tinggal di gubuk ditepi sungai. Gubuk yang mereka tinggali tidak memiliki lampu, sehingga Seita dan Setsuko sering menangkap kunang-kunang dan menaruhnya di dalamnya. Seita terus mengirimi surat kepada ayahnya yang bekerja sebagai tentara, tetapi tidak pernah ada balasan darinya. Dari sini di ceritakan perjalanan hidup Seita dan Setsuko yang bertahan hidup sendirian tanpa orang tua akibat kekejaman perang.


Nilai yang saya ambil dari cerita ini, perang hanya membuat rakyat menderita, mulailah berbagi kepada sesama, jangan pernah mengeluh dan hiduplah sebaik-baiknya :) .

Kekejaman perang dalam film ini tidak diperlihatkan dalam bentuk aksi-aksi brutal atau pun adegan tembak menembak, tetapi diperlihatkan dengan kehidupan manusianya yang menjadi sengsara akibat adanya perang. Perang hanya membuat manusia sengsara, dari pihak yang menang atau pun dari pihak yang kalah. Tidak ada yang namanya kebahagiaan setelah perang berakhir. Semua manusia mengalami kerugian. semoga di kedepan harinya, tidak ada lagi perang di dunia ini. Hidup damai dan semua orang berbahagia..

Dari film ini akhirnya saya menemukan salah satu tujuan hidup saya, semoga suatu saat nanti saya bisa membangun sekolah dan panti asuhan untuk menampung anak-anak seperti mereka.